Friday, October 14, 2011

Lirik Lagu Cinta

Masih ingat, kawan? Ketika kamu memendam perasaan cinta kapada temanmu. Mulanya kamu merasa senang jika berada di dekatnya. Kemudian rindu jika berada jauh dengannya. Pokoknya perasaanmu waktu itu…. Sayahdu.

Bila kamu di sisiku hati rasa syahdu
Satu hari tak bertemu hati rasa rindu
‘Ku yakin ini semua perasaan cinta
Tetapi hatiku malu untuk menyatakannya

Syahdu (Rhoma Irama)


Masih ingat, kawan? Ketika kamu makin dekat dengannya. Sering berbagi canda. Berbagi cerita. Berbagi curahan hati. Dan kamu merasa begitu cocok. Akhinya kamu memutuskan untuk berani mengatakan cinta. Untuk mengatakan, “Jaidkanlah aku pacarmu”

Untaian bunga canda
Tempatkan kau lepaskan tawa
Tenang hati terbaca
Kini tiba waktuku
Untuk puitiskan sayang
Untuk katakan cinta

Reff :
Jadikanlah aku pacarmu
Kan kubingkai slalu indahmu
Jadikanlah aku pacarmu
Iringilah kisahku...

JAP (Sheila On 7)



Masih ingat, kawan? Ketika kamu begitu bahagia karena cintamu bersambut. Kamu merasa mendengar nyanyian dewa dewi. Kamu seakan-akan melihat sang rembulan datang dan menemanimu. Kamu begitu bahagia waktu itu. Ketika kamu jatuh cinta.

Bila aku jatuh cinta
Aku mendengar nyanyian
1000 dewa dewi cinta
Menggema dunia

Bila aku jatuh cinta
Aku melihat matahari
Kan datang padaku
Dan memelukku dengan sayang

Bila aku jatuh cinta
Aku melihat sang bulan
Kan datang padaku
Dan menemani aku

Bila aku jatuh cinta (Nidji)



Masih ingat, kawan? Ketika akhirnya, di tengah-tengah hubungan itu, kalian menemukan berbagai macam masalah. Kalian mencoba mengerti satu sama lain tapi gagal. Masalah yang sama selalu terulang dan menjadikan kalian makin menjauh. Sudah tidak cocok. Seperti air dan api.

Apa maumu?
Apa mauku
S’lalu saja menjadi satu masalah yang tak kunjung henti

Bukan maksudku
Bukan maksudmu
Untuk selalu meributkan hal yang itu-itu saja

Mengapa kita saling membenci?
Awalnya kita saling memberi
Apa tak mungkin hati yang murni sudah cukup berarti?
Ataukah kita belum mencoba memberi waktu pada logika?
Jangan seperti selama ini, hidup bagaikan air dan api.

Air dan Api (Naif)



Masih ingat, kawan? Ketika kamu dihianati. Rasanya dunia runtuh. Hatimu seperti hancur berkeping-keping. Kamu menangis sejadinya. Kamu tidak bisa terima. Namun, seiring berjalannya waktu kamu pun berusaha untuk realistis. Kamu mencoba menyusun kembali serpihan hati yang remuk. Kamu kembali bangkit dan bisa melupakannya. Kamu bisa survive.

It took all the strength I had
Just not to fall apart
I'm trying hard to mend the pieces
Of my broken heart
And I spent oh so many nights
Just feeling sorry for myself
I used to cry,
But now I hold my head up high

I Will Survive (Cake)

Thursday, October 6, 2011

SMS: Short Message Suck

Menurut gue, bonus yang diberikan setiap operator telepon itu absurd. Dalam sehari ada operator telepon yang memberikan bonus seribu SMS. Gue ulangin, seribu SMS! Seribu SMS sehari? Siapa orang kurang kerjaan yang mau mengirim seribu SMS dalam sehari? Kecuali jaringan SMS ‘mama minta pulsa’ tentunya.

Ya, memang hape adalah sebuah pendewaan baru yang kadang-kadang kita gak sadari. Dan gue punya cerita konyol tentang itu.

***

“Bang, Gue punya pulsa SMS banyak!” suatu hari adik perempuan gue berkata tiba-tiba, “Iya kemaren gue nemu simkard di jalan. Kalo mau pake, pake aja!”

Nah Ini Dia


Wednesday, October 5, 2011

Geliat Malam

Saya kangen malam. Menghabiskannya ditemani bulan. Atau kalo tak nampak, cukup disinari lampu-lampu ibukota.

Merindukan malam bersama teman. Melihat orang mabok-mabokan. Dan saya satu-satunya yang waras, diam memperhatikan.

Atau sekedar makan di pinggir jalan. Bercengkrama bersama kawan. Saling bercerita. Saling bertukar cerita jenaka. Saling menjahit kata-kata yang berakhir sesak oleh semangat.

Kangen, pada temaramnya. Rindu pada suasananya. Syahdu oleh kenangannya. Ah, malam selalu indah dimata saya.

Dulu, saat saya sedang jenuh di kubikel kantor. Saya akan memasang earphone, lantas mendengarkan musik jazz, membayangkan suasana kafe. Mengenangkan nikmatnya seruput demi seruput kopi, yang memenuhi sepasang rahang.

Ah..malam. Engkau selalu menawan.

Monday, October 3, 2011

The Unrequited Love

Rindu.
Menggebu.

Aku berantakan.
Selalu memikirkanmu.
Mengingat-ingat wajahmu.
Memang.
Parasmu telah memudar.
Tapi, entah kenapa.
Aku ingin mengenangmu.

Whatsapp.
Kupandang-pandang.
Kubaca-baca kalimatmu yang formal.
Merasa ilfil.
Sebaiknya, kuhapus saja.
Agar ku merasakan deg-deg ser itu lagi.

Kugugling namamu.
Sayang, kutahu hanya sepotong saja.
Nihil.
Oh, aku kehilangan ingatan tentangmu.
Parasmu.
Gesturmu.

Fiuh.
Kamu biasa saja.
Tapi, aku terhipnotis olehmu.
Semoga, kamu mau membalas pertanyaanku.

(Bersambung)