Thursday, December 29, 2011

Writer + Outline + Deadline = Book

Judul di atas adalah kesimpulan saya setelah membaca blog A.s. Laksana. Di bawah ini adalah penjelasan sesuai dengan apa yang saya pahami.

1. Writer

Siapa itu penulis? Penulis adalah seseorang yang melakukan pekerjaan menulis. Penulis harus punya resistensi untuk menghindari sikap yang nggak relevan dengan pekerjaannya. Apa yang nggak relevan bagi penulis? Ketika ia mengatakan bahwa ia sedang nggak bisa menulis dan benar-benar nggak tahu apa yang harus ditulis. Ini seperti seorang penyanyi yang mengatakan nggak bisa bernyanyi dan nggak tahu apa yang harus dinyanyikan, padahal ia dalam kondisi yang prima.

Ya, ratapan seorang penulis tentang writer’s block menjadi nggak relevan sama sekali. Yang penulis perlukan adalah tahu setiap hari apa yang harus ditulis. Dengan demikian dia akan tetap bisa menulis apapun keadaannya.

Kemudian, apa perangkat yang menjadikan seorang penulis tahu apa yang harus ditulis setiap hari? Perangkat itu disebut outline.

2. Outline

Outline itu ibarat rancangan arsitektur sebuah rumah. Jika orang membangun rumah tanpa punya rancangan arsitektur, nggak tahu cara membuat fondasi, nggak bisa membikin rangka, akhirnya yang ia bangun hanyalah sebuah gubuk.

Ketika menulis buku, fiksi maupun non-fiksi, penulis yang baik harus memastikan bukan hanya apa yang akan ditulis hingga selesai, tapi juga kapan bisa menuliskannya dan bagaimana cara menuliskannya. Dan itulah guna outline yang akan membuat penulis tahu apa yang akan ditulis setiap hari sampai bukunya selesai.

Bagaimanapun penulisan buku terdiri atas beberapa pekerjaan: membuat outline, melakukan riset, menulis draft, mengedit draft yang sudah selesai, dan sebagainya.

3. Deadline

Jika sesuatu berharga untuk dikerjakan, kerjakan segera, dan beri deadline. Sesuatu yang berharga dan nggak dberi deadline, itu berarti nggak berharga sama sekali.

Karena itu deadline adalah elemen terpenting dalam penulisan. Jadi, jika buku yang ditulis itu sangat penting bagi penulis, dan bagaimanapun perlu diselesaikan, maka tetapkan deadline untuknya.

Jadi kira-kira seperti ini susunan untuk menulis sebuah buku:
• Menulis outline. Buat outline serinci mungkin —bab demi bab, sehingga penulis selalu tahu apa yang harus ditulis.
• Melakukan riset yang diperlukan.
• Menulis sehari satu bab. Ini bisa dilakukan lebih mudah ketika penulis menyiapkan outline.
• Memberikan deadline.
• Mengedit ketika seluruh buku sudah selesai.

Dan menulis itu sangat mudah, juga butuh kerja keras.

"Saat aku lelah menulis dan membaca
Di atas buku-buku kuletakkan kepala
Dan saat pipiku menyentuh sampulnya
Hatiku tersengat
Kewajibanku masih berjebah
Bagaimana mungkin aku bisa beristirahat?"
Imam An Nawawi

No comments:

Post a Comment