Rindu.
Menggebu.
Aku berantakan.
Selalu memikirkanmu.
Mengingat-ingat wajahmu.
Memang.
Parasmu telah memudar.
Tapi, entah kenapa.
Aku ingin mengenangmu.
Whatsapp.
Kupandang-pandang.
Kubaca-baca kalimatmu yang formal.
Merasa ilfil.
Sebaiknya, kuhapus saja.
Agar ku merasakan deg-deg ser itu lagi.
Kugugling namamu.
Sayang, kutahu hanya sepotong saja.
Nihil.
Oh, aku kehilangan ingatan tentangmu.
Parasmu.
Gesturmu.
Fiuh.
Kamu biasa saja.
Tapi, aku terhipnotis olehmu.
Semoga, kamu mau membalas pertanyaanku.
(Bersambung)
Ini puisi ya, Sar? kok bersambung sih?
ReplyDeleteIya dong. Kan biar penasaran.
ReplyDeleteini pernah baca di MP kalo gak salah.
ReplyDelete